Lewati ke konten

Di Balik Lensa, di Kaki Gunung Ibu

1 menit baca
Bagikan: WhatsApp Facebook X

Ada peristiwa yang hanya membutuhkan beberapa kalimat untuk diberitakan, tetapi membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dilupakan. Erupsi Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat adalah salah satunya. Di sana, saya datang bukan sebagai seorang pahlawan, bukan pula sebagai orang yang mampu mengubah keadaan. Saya datang sebagai jurnalis, membawa kamera, mencatat peristiwa, dan berusaha menyampaikan kepada dunia bahwa ada kehidupan yang sedang berjuang di bawah bayang-bayang bencana.

Hari itu, tugas membawa saya ke tengah masyarakat yang sedang menghadapi ketidakpastian. Gunung Ibu berdiri dengan segala kuasanya. Abu vulkanik, kecemasan, dan kabar tentang aktivitas gunung menjadi bagian dari percakapan sehari-hari. Di tengah keadaan itu, orang-orang berusaha mempertahankan sesuatu yang paling mendasar dalam hidup mereka: keselamatan, keluarga, dan harapan untuk kembali menjalani hari seperti biasa. Namun, di antara sekian banyak hal yang saya temui, ada satu pemandangan yang diam-diam menetap di ingatan saya.

Bagikan: WhatsApp Facebook X
Admin

Tulis komentar