Di Balik Lensa, di Kaki Gunung Ibu
Mungkin mereka tidak akan mengingat seorang jurnalis yang pernah duduk bersama mereka. Mungkin bagi mereka, saya hanya orang asing dengan topi lusuh, kamera, dan tas yang selalu dibawa ke mana-mana.
Namun, bagi saya, pertemuan itu memiliki arti yang berbeda.
Di tengah tugas yang menuntut saya melihat begitu banyak kesulitan, mereka mengingatkan saya bahwa harapan tidak selalu datang dalam bentuk pidato pejabat, bantuan besar, atau janji-janji pemulihan. Terkadang, harapan hadir dalam bentuk yang sangat sederhana: seorang anak yang tersenyum dan mengacungkan jempol, seolah ingin mengatakan bahwa kehidupan masih layak dijalani.
Sejak saat itu, saya semakin memahami bahwa menjadi jurnalis bukan hanya tentang seberapa cepat sebuah berita sampai kepada publik. Bukan pula tentang seberapa tajam sebuah tulisan membongkar persoalan.
Menjadi jurnalis juga berarti belajar untuk tidak kehilangan rasa ketika berhadapan dengan penderitaan orang lain.
Sebab, pada akhirnya, kita tidak hanya bertanggung jawab kepada fakta yang kita tulis, tetapi juga kepada manusia yang hidup di dalam fakta tersebut.
Gunung Ibu mungkin akan terus menyimpan rahasianya. Alam akan tetap bergerak menurut hukumnya sendiri. Dan masyarakat di sekitarnya akan terus menjalani kehidupan dengan segala risiko dan harapan yang menyertainya.
Sementara itu, saya akan terus berjalan, membawa kamera, mengejar keterangan, dan menuliskan peristiwa yang mungkin esok hari dilupakan orang.
Namun, jika suatu saat saya kembali membaca foto ini, saya ingin mengingat satu hal: di tengah abu dan kecemasan, saya pernah duduk bersama anak-anak yang mengajarkan arti ketegaran tanpa harus mengucapkan sepatah kata pun.
Saya datang ke kaki Gunung Ibu untuk mencari berita. Tetapi hari itu, di antara senyum anak-anak, saya menemukan kembali alasan mengapa sebuah berita harus tetap memiliki hati.
Berita Terkait
Kisah dari Batas Aman Menyusuri Erupsi Gunung Ibu
Kabut tipis dan aroma belerang yang menusuk hidung menyambut pagi saya di kaki Gunung Ibu, Halmahera Barat. Sebagai seorang jurnalis,…
fenomena Suku Lingon
Budaya tutur atau oral tradition di Maluku Utara sangat kuat. Cerita tentang Suku Lingon kerap diperkaya dengan unsur dramatisasi saat…